Menu

Title

Subtitle

Cara Sederhana Merakit Repeater Radio Komunikasi

July 25, 2017

COR (Carrier Operated Relay), sangat banyak versi cor yang dipergunakan dan dipost oleh sohib-sohib blogger, sedari yang benar sederhana sangat hingga yang tinggkat terlatih, dan cor ini umumnya dipergunakan untuk menggabungkan dua buah radio yang umumnya di lakukan untuk membuat pancar ulang.

Membuat Repeater sendiri dengan rangkaian COR yang bersahaja, rangkaian tersebut biasa juga disebut dengan modul cor (Carrier Operated Relay), siap di bakal dengan gampang karena komponen-komponen yang dikenakan banyak & mudah di peroleh dipasaran tidak memakai komponen luar biasa seperti IC CMOS, ataupun IC TTL atau MC (Microcontroler) laksana pada modul-modul cor karatan cor repater dan agaknya saja postingan kali ini pun bagian daripada banyak rangkaian-rangkaian cor yang dapat ditemui di internet untuk menghasilkan sendiri memuncrat ulang.

COS Input
Pecahan gambar ikatan diatas terjumpa ada penambahan switch, penambahan ini di buat untuk antisipasi jika COS daripada radio Recivernya berlogika low atau high, rangkaian itu mungkin mampu dipergunakan untuk semua merk radio yang diharapkan rangkaian cortersebut juga dapat dipergunakan, dengan cara merubah kapasitas switch, apabila COS daripada radio penerima berlogika low maka switch diposisikan di no 3, dan jika COS dari radio penerimanya berlogika high oleh sebab itu posisi switch dipindahkan ke no1, pada prinsipnya terselip dua type transistor yang berbeda PNP dan NPN, pada saat COS yang diterima berlogika low jadi yang hidup adalah transistor PNP, & sebaliknya apabila COS yang diterima berlogika high dipastikan transistor yang bekerja merupakan NPN sama halnya dengan rangkaian cor pada postingan pancara ulang dengan icom 2100 yang lalu.

Audio Input
Di rangkain input ini ada dua impak resistor yang memang sengaja tidak pada buat buatan besar sistem tahannanya, sesuatu ini disesuaikan dengan input yang digunakan, pada tatkala artikel itu di posting uji jajal audio yang digunakan diambil dari audio input radio receiver sebelum ke VR (trimpot) Volume dari radio penerimanya, perhitungan RX1 pada buat 1K, sedangkan tahanan RX2 bukan digunakan sama sekali. jika audio in pada hubungkan di speaker out dari radionya nilai rintangan RX1 terbuat sebesar 5k6 ohm dan nilai rintangan RX2 100ohm, dan usahakan volume dari radio penerimanya jangan terlalau besar, dikarenakan jika tanggapan input terlalu tinggi oleh karena itu suara yang dihasilkan tidak akan sempurna, di saat penyambungan pastikan ground terpasang beserta baik dan kabel yang dipergunakan sepantasnya mempergunakan kawat head yang baik untuk mengurangi noise audio.

Jual Repeater HT Rakitan Ikatan tone control disini bukanlah tone control tingkat terlatih namun tone control simpel, hanya memfilter suara ataupun nada tinggi (treable) sedikit (bass) yang dapat tuntas pada kapasitor keramik 4n7 dan 10nf, untuk hasil yang sesuai dengan yang diinginkan sebaiknya kalibrasi prestise tahanan VR dengan besar kapasitas kondensator perlu diperhatikan dan disesuaikan.
Dari penggalanan tone diatas juga terjumpa VR / tahanan mendorong yang berfungsi sebagai volume untuk mic in radio pemancar / Radio TX, penambahan transistor C945 lebih dari sebagai penguat sehingga suara yang merasuk melalui beberapa tahanan dan kapasitor sanggup di perkuat sebelum dikirimkan ke luar ( keradio pemancar).

Konsistensi Ke Radio
Audi In sebaiknya diambil sebelum masuk ke IC Ampli/Penguat yang terdapat di dalam radio untuk hasil audio yang baik, namun bisa juga menangkap audio dari jack speaker yang ada di radio, hanya saja bahwa menggunakan urat ini sepantasnya volume radio jangan terlalu besar. tetapi COS in sebaiknya di cari dengan baik kalau menggunakan radio yang tidak ada konektor outnya seperti radio alinco DR135 yang sudah biasa disediakan conector db9, radio motorola tersedia yang sudah biasa tersedia terdapat juga yang bukan, untuk mecari jalur cos pada radio sebenarnya bukan terlalu susah namun dibutuhkan sedikti ketelitian dan toleransi,

Sekilas jalan mencari serat cos saat radio,
Antre frekuensi yang hendak pada gunakan, pastikan posisi pengumuman radio pada mode konvensional (normal) ataupun menggunakan tone, seteleh ini siapkan radio ht & samakan kapasitas frekuensinya dan coba mengakui ptt di radio yang kedua (ht), gunakan multi tester untuk mencari urat cosnya, perdana coba telusuri di daerah kaki IC ampli/suara lazimnya ada urat audio mute jalur tersebut juga sanggup dipergunakan dalam saat radio menerima bakat dari radio yang ke-2. Akan tersedia perubahan di jarum mutitester pada ketika ptt di radio ke-2 ditekan & dilepas, apabila di bagian audio mute tidak tampak coba telusuri di potongan if umumnya disini juga ada. hanya saja tegangannya lebih kecil mulai jalur utuk audio mute. Jika di dalam saat PTT dari radio lain ditekan dan pin bergerak memanjat berarti cosnya high, & ptt dicopot jarum balik keawal, amat sebaliknya ptt tidak ditekan jarum menunjuukan level tarikan atau berkecukupan ditengah serta pada tatkala PTT ditekan jarum berlayar turun maka cos nya low. di dalam pencarian cos ini usahakan cari cos yang berlevel tegangan 5 volt.

Radio Pemancar
Untuk koneksi pertalian ke keradio pemancar, VCC bisa dihubungkan ke tisu + 8Volt yang biasanya terdapat di jack untuk extramic, / dapat pula menghubungkan langsun didalam radio pemancar atau bisa juga dengan jalan menambahkan adaptor, pemberian catu daya ataupun tegangan untuk rangkaian cor dan tone ini usahakan tegangan yang diberikan terlalu stabil, karena kestabilan atas tengangan saangat mempengaruhi talun yang dihasilkan, jika perawis daya tidak baik taklimat yang didapatkan bisa aja tidak sempurna ada talun atau suara sedikit hiruk-pikuk. untuk serat audio out dari ikatan dihubungkan ke jalur mic dari radio pemancar, serta jalur ptt dihubungkan ke ptt radio pemancar, tetapi jalur ground pastikan terhubung dengan baik, baik itu ground untuk mic & ground chasis pesawat.

Go Back

Comment

Blog Search

Blog Archive

Comments

There are currently no blog comments.